Cerita teman (part 1)

Selama kita masih bernafas, selama itu juga kita merasakan yang namanya bahagia, sedih.

Jika kebahagiaan kita rasakan, tentunya segala hal apapun kita rasa indah. Tapi bagaimana jika saat kesedihan sedang melanda kita ? Kita merasa bahwa kita adalah orang yang paling tidak beruntung didunia ini…

Saat roda kehidupan berputar dan kita berada di posisi bawah atau terendah, saat itulah kita merasa hidup tidak bersahabat dengan kita. Hati kita menjadi lebih sensitif, apalagi saat orang lain berbicara mengenai kita, mengenai diri kita, mengenai apa yang kita lakukan. Kita merasa semua seolah menyudutkan kita. Kita merasa kitalah yang patut disalahkan untuk segala hal yang terjadi.

hinaan dan cercaan.
Segala hal yang kita lakukan untuk mencoba bangkit, tetap belum membuahkan hasil. Semakin banyak pula mata yang memperhatikan kita untuk melihat sejauh mana kita mencoba bangkit tetapi kembali menjatuhkan. Dan hanya sedikit mata yang melihat usaha kita untuk bangkit dengan memberikan support atau membantu kita.
Semakin banyaknya cercaan, semakin kita diuji. Akankah kita mampu untuk tetap berjuang bangkit, atau kita kembali terpuruk lebih dalam lagi dan membiarkan hati kita tersakiti, membiarkan hati kita menjadi penuh dengan rasa dendam dan amarah. Jika kita memilih terpuruk, berarti kita telah kalah. Kalah dari diri kita sendiri.

Sabar, berusaha, dan berdoa
kita sudah berusaha, kita sudah mencoba bersabar, dan kita juga sudah berdoa.
Kenapa masih tetap sama hasilnya ? Tetap saja kita masih berada dibawah, tetap saja kita masih belum berubah nasibnya.
Mungkin, mungkin kita merasa sudah maksimal dengan melakukan semua cara (positif) tapi kita mungkin juga lupa masih banyak jalan lain nya yang belum kita coba.

Atau,

Kita sudah berusaha, kita sudah mencoba bersabar, kita sudah berdoa, tapi kesabaran ada batasnya.
Siapa bilang sabar ada batasnya? Yang namanya sabar itu tidak ada batasnya.
“Saya sudah sabar tapi orang itu tetap mencela saya. Lama-lama saya juga bisa kesal dan marah”
Itu sih bukan sabar namanya, masa sabar dihitung? Masa sabar di ingat-ingat? 🙂

Kita sudah berusaha, kita sudah mencoba bersabar, kita sudah berdoa tapi saat kita berdoa, kita memaksa atau memberi perintah kepada Tuhan untuk mengikuti apa yang kita inginkan. Bukan membiarkan Tuhan bekerja dalam kehidupan kita dan kita mengikuti semua rencana Tuhan untuk kehidupan kita.

Bukan bermaksud menggurui, bukan bermaksud sok tahu, bukan bermaksud paling pintar. Ini juga berlaku buat diri saya pribadi. Saya pun sampai sekarang masih berusaha untuk belajar sabar, belajar berusaha lebih keras, dan belajar berdoa / meminta yang benar.