Berkaca dari Soichiro Honda (本田 宗一郎)

 

Menarik bila kita melihat biografi Founder HONDA, banyak artikel yang membahas Soichiro Honda di media online seperti internet dari keseluruhannya.
jika saya membahas mengenai Soichiro Honda tentunya hanya akan mengulang artikel – artikel yang telah di berikan oleh beberapa orang.
Banyak juga seorang yang ingin membangun pribadi yang baik untuk memulai suatu usaha bisnis berkaca dari Founder HONDA tersebut, dengan latar belakang Soichiro Honda yang membangun semua ide nya from zero to hero didalam bidang industri.

Ada hal yang menarik dari Soichiro Honda bagi saya, adalah saat terjadinya perang dunia di tahun 1947.
dimana saat itu Soichiro Honda telah mulai membangun usahanya, dan harus hancur terkena bom hiroshima dan nagasaki. Tapi tetap, tidak menyurutkan keinginannya untuk membangun bisnis yang baik walaupun Soichiro Honda harus memulainya kembali dari sisa – sisa bekas perang dunia tersebut.

Mungkin banyak hinaan yang diterima oleh seorang Soichiro Honda, banyak juga cacian dan kegagalan – kegagalan lainnya. mungkin juga sudah tidak terhitung lagi jumlahnya.
Mungkin, sedikit sekali orang yang tetap bisa bertahan jika bisnis yang kita bangun hancur karena keadaan dunia bukan dari kesalahan didalam usaha.
Terpuruk, hilang semua modal / uang yang sudah di tanam dalam usaha, aset yang mungkin sudah tidak berbentuk lagi, stres, panik.
mudah untuk sebagian orang yang mempunyai modal besar untuk memulai suatu usaha, dan pada saat gagal dengan mudahnya beralih ke bisnis lain yang mungkin belum tentu difikirkan apakah bisnis tersebut adalah jiwanya, bisnis tersebut sesuai dengan keahliannya, atau bisnis tersebut terkadang jauh dengan bisnis sebelumnya.
banyak pula yang merasa gagal dalam membangun usaha, merubah bisnis dalam bidang lain, terus mencoba sampai akhirnya mempunyai titik dimana bisnis tersebut “menghasilkan”.

Orang hanya melihat kita pada saat keberhasilan menghampiri kita, tetapi orang tidak melihat kegagalan yang lebih banyak menghampiri kita.
Mempertahankan sebuah bisnis akan lebih sulit dibandingkan membangunnya.

http://id.wikipedia.org/wiki/Soichiro_Honda

Advertisements

Cinta tanpa syarat

Masih jelas ingatanku ketika ibuku membelaiku dengan cintanya……,

Saat aku menangis, saat aku bermimpi buruk, saat aku bermain dan terjatuh, saat aku tertawa bahagia.

Masih jelas ingatanku ketika ibuku membelaiku dengan cintanya……,

Saat aku mulai melangkahkan kakiku menuju hari pertamaku sekolah (taman kanak-kanak).
Ibu mengantar aku menuju sesuatu tempat yang baru, yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Saat aku bertemu pertama kali dengan teman-teman baruku, guru-guru yang akan membimbing aku.

Perasaan takut melandaku disaat kulihat bahwa ibu harus meninggalkanku dengan suasana baru tersebut.
Aku mulai menahan tangis saat ibu mengatakan :
“ibu tinggal dulu, nanti setelah sekolah selesai ibu akan jemput kamu”.

Ingin rasanya aku mengatakan :
“ibu,aku mau pulang. Aku tidak mau disini, aku takut, aku mau sama ibu saja”.
Tapi, hanya mengangguk saja yang dapat aku lakukan.

Masih jelas ingatanku ketika ibuku membelaiku dengan cintanya……,

Ketika hari-hariku didalam masa sekolah dasar, aku mulai disibukkan dengan kursus yang didaftarkan oleh ibuku.
Sampai pada saat dimana salah satu kursus tersebut, aku dipercaya untuk diikut-sertakan dalam suatu konser musik.

“Ibu, aku akan diikutkan konser … Guru kursusku mengatakan aku yang dipercaya untuk mewakili tempat aku kursus” dengan penuh rasa senang aku menceritakan hal tersebut.

“Anakku, berikan yang terbaik untuk dirimu sendiri, untuk Tuhan, dan untuk tempat kursusmu. Jangan engkau kecewakan mereka”

Masih jelas ingatanku ketika ibuku membelaiku dengan cintanya……,

Ketika aku beranjak remaja yang masih bersekolah di sekolah menengah pertama. Aku mulai melihat ibuku menjadi teman bertengkar bagiku. Semakin ketatnya ibuku menjaga aku, semakin aku merasa bahwa kebebasanku mulai berkurang.

Saat aku ingin merasakan bermain setelah pulang sekolah, pergi nonton bioskop, main band, dan lain sebagainya. Ibu mulai membatasi dan aku sangat tidak menyukainya.

Ibu hanya mengatakan :
“Anakku, umurku sekarang sudah beranjak remaja. Semakin banyak teman yang kamu kenal. Ibu hanya ingin menjagamu supaya kamu tidak salah dalam pergaulan .. Tetaplah engkau fokus didalam sekolahmu sayang. Karena hasilnya nanti itulah yang akan menjadi pembuka gerbang untuk masa depanmu, bukan untuk ibu atau ayahmu. Semua untuk kamu”

Masih jelas ingatanku ketika ibuku membelaiku dengan cintanya……,

Saat aku sudah menyelesaikan kuliahku, inilah saatku untuk memulai masa depanku. Aku mulai untuk mencari kerja tentunya dengan semangat yang masih sangat menggebu-gebu.
Dengan harapan pekerjaan yang aku dapat adalah pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikanku, gaji yang sesuai dengan titelku.

Namun, kenyataan tidak sesuai dengan apa yang aku impikan. Kehidupan sebenarnya baru terjadi, keras tanpa adanya kasih sayang seperti yang aku dapatkan ketika aku berada didalam rumah dan pelukan ibu ayahku.

Aku ingat ibuku mengatakan :
Anakku, saat kamu menghadapi masa depanmu, saat kamu mulai bekerja, tetaplah kamu ingat akan semua yang telah Tuhan berikan untukmu. Ingat apa yang telah orang tuamu berikan untukmu. Jadikan dirimu berguna untuk Tuhan, dirimu, dan sekelilingmu”

Saat aku berada dibawah,
saat aku merasa dunia mengucilkanku,
saat aku merasa semua tidak menyukai kehadiranku,
saat aku tidak sanggup lagi menghadapi semua ini,

Tuhan sebagai pelindungku, dan ibuku tetap tersenyum.

“Ibu, walaupun kamu tidak ada lagi didunia ini…aku tahu kamu selalu ada dihatiku. Aku tahu kamu selalu melihatku dari surga, aku tahu kamu ingin sekali membelaiku saat aku membutuhkan pelukanmu. Begitu juga denganku..
Tapi ibu, janganlah kamu khawatir, karena aku akan selalu mengingat semua yang pernah engkau berikan kepadaku. Aku akan tetap berusaha, aku akan tetap menempatkan Tuhan disetiap langkahku, dan aku akan tetap menyelesaikan tugasku didunia ini…sampai pada akhirnya, Tuhan akan memanggilku untuk kembali kepada-Nya.”

I Love you so much mom….more than anything. Thank you for your love.
(R.S 1945-1995)

kekuranganmu dalam kacamatamu

Jika melihat keadaan di Indonesia dalam berbagai macam polemik. Menarik melihat sisi manusia dalam duniawi.

Saat ini semua merasa bahwa dirinya berkekurangan. Kekurangan tentunya bukan hanya dalam pengertian hanya dari segi keuangan, banyak kekurangan yang dirasa masing-masing manusia menurut definisi kekurangan yang diartikan sendiri…

Pembicaraan beberapa orang yang saya kenal, masih banyak keluhan-keluhan yang keluar :
” Saya sudah sekolah setinggi-tingginya tapi pekerjaan yang saya dapat tidak sesuai dengan saya ”
” Saya bekerja tapi apa yang saya dapat? ”
” Saya senang di tempat saya bekerja, tapi ada hal yang membuat saya tidak senang ”
” Saya sudah usaha tapi masih gagal ”
Tidak dipungkiri saya pun terkadang masih mengeluh untuk kehidupan saya sendiri.

Buruh / tenaga kerja
Terkadang merasa apa yang diterima ( hak ) masih sangat jauh dari yang di inginkan dengan alasan semua yang telah di berikan ( kewajiban ) sebagai pekerja kepada perusahaan tidak sesuai.
Dikatakan, para tenaga kerja / buruh telah bekerja mengikuti peraturan di tempat masing-masing mereka bekerja.
Pekerjaan mereka berat dibandingkan dengan para pekerja yang tidak bekerja di pabrik (produksi).

Saat saya melihat acara tentang “hadir pol, gaji nol ”
pada bulan November 2014, saya jadi berfikir dengan hal yang bertolak belakang dari permintaan tenaga kerja lain yang menganggap hak mereka kekurangan.

Seperti di daerah Cibitung, cikarang bekasi yang sering saya lihat para buruh / tenaga kerja dengan menyuarakan hak mereka ke Pemerintahan Indonesia masih jauh dikatakan kekurangan. Contohnya : mereka masih bisa memilik gadget dengan fitur yang sekarang, kendaraan yang mereka miliki banyak yang menggunakan motor dengan 150cc sampai 250cc.

Hal itu berbanding terbalik dengan apa yang dimiliki sebagai guru honorer yang berada di pedalaman atau tempat yang masih jauh dengan lingkungan perkotaan.
Para guru bekerja bertahun-tahun lamanya tapi mereka tetap bertahan walaupun hak yang mereka dapatkan masih banyak yang jauh dari upah minimum.

Saat para guru yang jauh berkekurangan ini memperjuangkan hak mereka, tiba-tiba kita yang selama ini menganggap hak kita masih berkekurangn terdiam. Diam seolah-olah kita tidak melihat, kita tidak mendengar, pada akhirnya kita tidak perduli.

Sekarang, masih pantaskah kita sebagai tenaga kerja / buruh yang berada dalam suatu organisasi yang mengusung pembelaan bagi para buruh merasa berkekurangan?
Masih pantaskah kita. Sebagai tenaga kerja / buruh meminta hak kita lebih lagi jika kita masih tidak sadar bahwa bagaimana dengan nasib para guru yang menerima upah dibawah upah minimum?
Jangan menjawab dengan perkataan ” salah sendiri “ atau ” itukan guru dan kami bukan guru “ atau ” makanya kami berjuang karena itu untuk mereka ( guru ) juga “

Jika kita masih mengeluh dan mengeluh, bagaimana Tuhan bisa merubah kehidupan kita dan pada ahkirnya dengan terdesaknya kehidupan kita sehari-hari membuat kita semakin melupakan bahwa Tuhan yang bisa merubah segalanya bukan kekuatan manusia dengan berdemo atau menyuarakan pendapat.
Itu sama saja kita tidak membiarkan Tuhan bekerja untuk memperbaiki apa yang salah dan memberikan bonus luar biasa kepada kita sebagai ciptaan-Nya.
Dan hal tersebut pun berlaku untuk saya dan saya pun sampai saat ini masih belajar untuk menerima Tuhan 100% bekerja dalam kehidupan saya, biarpun rasa ego sebagai manusia seringkali terasa kuat dibandingkan rasa berserah kepada-Nya.

Siapa yang tidak mau hidup menjadi berguna bagi diri sendiri?
Siapa yang tidak mau hidup menjadi berguna bagi lingkungan?
Siapa yang tidak mau hidup menjadi berguna bagi keluarga?
Siapa yang tidak mau hidup menjadi berguna bagi negara?

Tentu …., semua manusia di dunia ini mempunyai cita-cita tertinggi yaitu ” berguna “

Kenaikan BBM November 2014

Saat BBM di Indonesia ( Bahan Bakar Minyak ) terutama Premium dan Solar naik dari harga Premium Rp. 6.500 menjadi Rp. 8.500 dan Solar naik dari harga Rp. 5.500 menjadi Rp. 7.500, saya sebagai rakyat Indonesia yang bodoh dan tidak tahu dengan pasti perhitungan dan pemikiran dari segi Ekonomi, Sosial, maupun Politik mencoba untuk berfikir apa sih maksud dan tujuan sebenarnya dari Pemerintah menaikkan :
» Apa untuk mengurangi kemacetan ?
» Apa untuk membantu Pemerintah membayar hutang Negara ?
» Apa untuk membantu Pemerintah untuk “patungan” menutupi kembali uang-uang negara yang tidak “balance” dari hasil KKN pihak-pihak yang terkait dan bermain ?
» Atau masih ada lagi pertanyaan-pertanyaan lainnya..

BBM naik pastinya berpengaruh dalam kenaikan seluruh harga-harga…baik dari kendaraan umum, kebutuhan sandang papan pangan, termasuk semua jenis barang yang tidak termasuk dalam sandang papan pangan.

Jika kenaikan BBM ini sebagian besar untuk mengurangi kemacetan aahhhh seandainya saja pilihannya dengan menaikkan pajak kendaraan, menaikkan harga penjualan, ataupun menaikkan harga kredit penjualan kendaraan…..pastinya hanya rakyat tertentu saja yang terkena imbasnya…. Tapi pastinya hal tersebut juga akan merugikan Negara karena efek sampingnya akan membuat investor yang bergerak dalam bidang usaha otomotif akan mengurangi investasinya di Indonesia, mem-PHK para pekerjanya, dan negara juga mengalami penurunan income.

Apapun alasan dari Pemeritah, BBM pada akhirnya memang harus naik, ahhhhh ternyata sangat menyulitkan rakyat banyak pula….
Terpecahnya pilihan rakyat pada saat PilPres kemarin membuat semakin rakyat terpecah.

Pihak yang kontra terhadap Presiden Jokowi dengan mulusnya mengatakan :

” ini kan yang lo pilih..??”
“Udah hidup susah, bagi para pekerja memang tidak terlalu terasa karena masih menerima gaji/pendapatan setiap bulan, akan tetapi bagaimana dengan yang buka usaha sendiri ? Pesanan dari konsumen belum tentu setiap hari, harus ditambah beratnya pembayaran PAM, Iuran lain-lain, Listrik, ditambah lagi BBM naik, dan juga untuk pengeluaran sehari-hari ”

Ada lagi yang mengatakan : “inikah yang PDIP mau? Kemana sebenarnya Presiden Jokowi mau membawa rakyat Indonesia ini?”

Terlepas dari semua itu, saya hanya dapat melihat sekeliling saya dengan berkata :
“jika memang saya masih hidup dan bernafas sampai hari ini……apapun yang terjadi di sekitar saya dan seberapa besarnya pun kesusahan yang terjadi saat ini…..saya yakin Tuhan ada selama saya menyerahkan semua hidup dan mati saya kepada Tuhan”

keterpurukan vs keberhasilan

Terkadang kita lupa siapa kita saat kehidupan kita sedang berada diatas atau lebih baik dari orang lain.

saat kita mendengar orang lain berkata kita tidak lebih baik dari orang yang tidak berhasil sangatlah menyedihkan bagi kita.
Disaat kita berusaha dan berjuang untuk hidup yang lebih baik, disaat itu juga kita sering di coba dengan cercaan / hinaan yang membuat kita menjadi terpuruk atau bahkan bangkit untuk membuktikan kepada orang lain bahwa kita tidak seperti apa yang mereka kemukakan.

kita menjadi lupa, bahwa Tuhanlah yang empunya segala di dunia ini.
Kita lupa bahwa kita ini adalah ciptaan-Nya yang dibentuk dan lahir untuk menyelesaikan semua tugas yang memang telah dirancang untuk kita.
Dan pada akhirnya kita juga lupa, bukan kepada manusia kita pantas untuk menunjukkan keberhasilan kita..

Tuhanlah yang menjadi tempat untuk kita bisa berkarya dan menunjukkan hasil terbaik untuk Dia. Hanya kepada Tuhanlah seharusnya kita berserah diri, menunjukkan bahwa kita dilahirkan untuk menjadi yang terbaik.
Di mata Tuhan kita bukanlah rancangan-Nya yang salah. Kita hebat bukan karena diri kita sendiri akan tetapi Tuhanlah yang mengizinkan kita untuk menjadi yang terbaik.

Bisnis yang baik dan sehat

Membangun suatu usaha tidak hanya di dominasi oleh orang-orang tertentu.
Siapapun mempunyai kesempatan dan bisa membangun atau memulai usaha.

Konsep / rancangan sangat penting dalam memulai usaha. Salah satunya adalah menentukan harga jual kepada konsumen. Dengan semakin banyaknya persaingan usaha dan tentunya dengan produk-produk pada umumnya tentu akan mempengaruhi nilai jual suatu barang.

Bagaimana jika menjual barang yang kita tahu barang tersebut sama dan banyak beredar di pasaran akan tetapi kadang cara yang di gunakan untuk menarik minat konsumen tanpa disadari mungkin di satu sisi menguntungkan bagi para konsumen namun di sisi lain “merugikan” para pelaku usaha.

Saya kadang bertanya ” apakah ada patokan harga jual yang harus di ikuti jika barang yang kita jual tersebut banyak dijual juga oleh para pelaku usaha lain?”

Tentunya kita mau jika dagangan yang kita tawarkan dibeli oleh konsumen dan usaha kita tetap berjalan. Dengan kata murah kita dapat mengambil hati para konsumen untuk mau dan kembali membeli produk tersebut dari kita.

Wah, bagaimana rasanya jika kita ada diposisi sebagai penjual juga. Kita menjual barang yang sama, kualitas hampir sama, dan mungkin tidak ada perbedaan barang pihak lain dengan barang yang kita jual tapi kita mematikan harga pihak lain yang pada akhirnya kita juga bisa mematikan usaha mereka. Karena kita tidak bisa bersaing dalam harga.

Misal :
kita menjual sapu lidi, kita dapat bahan baku sapu lidi dengan model, kualitas yang sama dengan pedagang yang lain tapi kita dapat bahan baku tersebut langsung dari pengrajin atau pabrik. Lalu kita jual sapu lidi tersebut dengan harga yang tentunya dibawah harga jual pasaran.

Usaha dibangun bukan untuk hasil sesaat, usaha dibangun bukan untuk saling mematikan, usaha dibangun bukan untuk ajang persaingan tidak sehat. Semua kembali kepada diri masing-masing, apakah pantas jika kita berbisnis tanpa kita mempertimbangkan baik buruknya untuk sesama para pelaku usaha.

Semoga sebagai pelaku bisnis / pedagang dapat melihat bahwa dengan berjalan bersama, tentu satu kebaikan sudah kita lakukan. 🙂

pembodohan .. ?

Melihat dari beberapa Shareholder / pemimpin perusahaan pabrik skala kecil yang berasal dari Taiwan, korea, ataupun China masih tergiur untuk semakin membuka perluasan usaha di Indonesia.

Keuntungan dari segi lokasi, pekerja, dan ada juga yang menganggap kemudahan dalam prosedur masih bisa terjadi di Indonesia.

Dengan memilih para pekerja yang akan menduduki di tingkat management, ataupun supervisor tidak perlu ada pendidikan yang tinggi. Cukup dengan seorang yang lulusan sekolah tingkat atas dapat menduduki jabatan tersebut.
Skill … ? Tidak perlu ada yang penting semua dapat di pelajari nanti saat sudah mulai bekerja.

Hasil ??? Yang tentunya sudah bisa dijawab, sistem management amburadul, output yang dihasilkan tidak dalam kapasitas “good quality”..

Akan tetapi sesuatu yang sangat menguntungkan bagi pemilik adalah rendahnya upah sesuai dengan rendahnya skill dan pendidikan.

Pembodohan..?? Saya rasa juga tidak, selama para pekerja tersebut merasa nyaman dan tetap berada di tempat tersebut berarti tidak ada kata pembodohan 🙂