Cinta tanpa syarat

Masih jelas ingatanku ketika ibuku membelaiku dengan cintanya……,

Saat aku menangis, saat aku bermimpi buruk, saat aku bermain dan terjatuh, saat aku tertawa bahagia.

Masih jelas ingatanku ketika ibuku membelaiku dengan cintanya……,

Saat aku mulai melangkahkan kakiku menuju hari pertamaku sekolah (taman kanak-kanak).
Ibu mengantar aku menuju sesuatu tempat yang baru, yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Saat aku bertemu pertama kali dengan teman-teman baruku, guru-guru yang akan membimbing aku.

Perasaan takut melandaku disaat kulihat bahwa ibu harus meninggalkanku dengan suasana baru tersebut.
Aku mulai menahan tangis saat ibu mengatakan :
“ibu tinggal dulu, nanti setelah sekolah selesai ibu akan jemput kamu”.

Ingin rasanya aku mengatakan :
“ibu,aku mau pulang. Aku tidak mau disini, aku takut, aku mau sama ibu saja”.
Tapi, hanya mengangguk saja yang dapat aku lakukan.

Masih jelas ingatanku ketika ibuku membelaiku dengan cintanya……,

Ketika hari-hariku didalam masa sekolah dasar, aku mulai disibukkan dengan kursus yang didaftarkan oleh ibuku.
Sampai pada saat dimana salah satu kursus tersebut, aku dipercaya untuk diikut-sertakan dalam suatu konser musik.

“Ibu, aku akan diikutkan konser … Guru kursusku mengatakan aku yang dipercaya untuk mewakili tempat aku kursus” dengan penuh rasa senang aku menceritakan hal tersebut.

“Anakku, berikan yang terbaik untuk dirimu sendiri, untuk Tuhan, dan untuk tempat kursusmu. Jangan engkau kecewakan mereka”

Masih jelas ingatanku ketika ibuku membelaiku dengan cintanya……,

Ketika aku beranjak remaja yang masih bersekolah di sekolah menengah pertama. Aku mulai melihat ibuku menjadi teman bertengkar bagiku. Semakin ketatnya ibuku menjaga aku, semakin aku merasa bahwa kebebasanku mulai berkurang.

Saat aku ingin merasakan bermain setelah pulang sekolah, pergi nonton bioskop, main band, dan lain sebagainya. Ibu mulai membatasi dan aku sangat tidak menyukainya.

Ibu hanya mengatakan :
“Anakku, umurku sekarang sudah beranjak remaja. Semakin banyak teman yang kamu kenal. Ibu hanya ingin menjagamu supaya kamu tidak salah dalam pergaulan .. Tetaplah engkau fokus didalam sekolahmu sayang. Karena hasilnya nanti itulah yang akan menjadi pembuka gerbang untuk masa depanmu, bukan untuk ibu atau ayahmu. Semua untuk kamu”

Masih jelas ingatanku ketika ibuku membelaiku dengan cintanya……,

Saat aku sudah menyelesaikan kuliahku, inilah saatku untuk memulai masa depanku. Aku mulai untuk mencari kerja tentunya dengan semangat yang masih sangat menggebu-gebu.
Dengan harapan pekerjaan yang aku dapat adalah pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikanku, gaji yang sesuai dengan titelku.

Namun, kenyataan tidak sesuai dengan apa yang aku impikan. Kehidupan sebenarnya baru terjadi, keras tanpa adanya kasih sayang seperti yang aku dapatkan ketika aku berada didalam rumah dan pelukan ibu ayahku.

Aku ingat ibuku mengatakan :
Anakku, saat kamu menghadapi masa depanmu, saat kamu mulai bekerja, tetaplah kamu ingat akan semua yang telah Tuhan berikan untukmu. Ingat apa yang telah orang tuamu berikan untukmu. Jadikan dirimu berguna untuk Tuhan, dirimu, dan sekelilingmu”

Saat aku berada dibawah,
saat aku merasa dunia mengucilkanku,
saat aku merasa semua tidak menyukai kehadiranku,
saat aku tidak sanggup lagi menghadapi semua ini,

Tuhan sebagai pelindungku, dan ibuku tetap tersenyum.

“Ibu, walaupun kamu tidak ada lagi didunia ini…aku tahu kamu selalu ada dihatiku. Aku tahu kamu selalu melihatku dari surga, aku tahu kamu ingin sekali membelaiku saat aku membutuhkan pelukanmu. Begitu juga denganku..
Tapi ibu, janganlah kamu khawatir, karena aku akan selalu mengingat semua yang pernah engkau berikan kepadaku. Aku akan tetap berusaha, aku akan tetap menempatkan Tuhan disetiap langkahku, dan aku akan tetap menyelesaikan tugasku didunia ini…sampai pada akhirnya, Tuhan akan memanggilku untuk kembali kepada-Nya.”

I Love you so much mom….more than anything. Thank you for your love.
(R.S 1945-1995)

Advertisements

3 thoughts on “Cinta tanpa syarat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s