Indonesia ku

Salam buat para Capres Indonesia 2014,

Aku bangga menjadi ANAK INDONESIA

Aku bangga menjadi ANAK INDONESIA

Saya hanyalah seorang warga negara Indonesia yang tidak mengerti tentang politik, Hukum, ataupun pemahaman yang lebih spesifik. Saya hanya ingin berkeluh kesah melihat Indonesia beberapa bulan terakhir mendekati hari Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2014. Hampir semua (kami) Warga Negara Indonesia tiba-tiba menjadi “pintar” melihat dan mengikuti perkembangan Capres ini. Yang pada akhirnya kami ( Warga Negara Indonesia ) terpecah menjadi dua kubu dalam hal ini.

  • Tiba-tiba kami menjadi lupa bahwa kami ini adalah SATU BANGSA dan SATU TANAH AIR.
  • Tiba-tiba kami lupa bahwa teman, sahabat, keluarga, orang yang kami hormati dan kami tua-kan menjadi lawan kami.
  • Tiba-tiba kami lupa akan apa yang menjadi prioritas kita sehari-hari.
  • Tiba-tiba kami lupa bahwa ini hanyalah sesaat saja. masih banyak lagi yang tiba-tiba kami lupakan karena kami telah terbius dengan euforia yang disuguhkan kepada kami dalam menghadapi pemilihan Presiden Republik Indonesia tanggal 9 Juli 2014 nanti.

Kami mulai disibukkan dalam mencari data, informasi, atau apapun jenisnya yang berhubungan dengan Capres yang kami jagokan masing-masing ataupun Capres yang tidak kami sukai.
Media menjadi prioritas kami dalam mencari informasi yang kami butuhkan selain dari orang – orang yang kami kenal atau kami dengar untuk amunisi kami saling menyerang.
Kami mulai tidak perduli lagi jika kami harus kehilangan kawan karena kami lebih merasa dipuaskan jika kami menang dan benar dalam ber-argumen.
Kami lupa bahwa kami pun sebenarnya tidak mengenal bapak-bapak Capres secara mendalam jika bukan karena media lah yang mengenalkan kami.
Kami tidak pernah tahu kehidupan bapak-bapak Capres sejak lahir sampai sekarang karena kami bukan keluarga atau kerabat terdekat bapak-bapak Capres.

Tetapi, begitu hebatnya bapak-bapak Capres melakukan presentasi proposal kepada rakyat sampai bapak-bapak juga lupa jika secara tidak langsung bapak-bapak Capres telah melupakan bahwa tidak semua warga negara Indonesia paham dan mengerti dengan penyampaian maksud dan tujuan bapak-bapak Capres dalam memimpin nanti.
Bapak-bapak Capres lupa bahwa Negara dijadikan Perusahaan, dan rakyat adalah Operator nya.
Bapak-bapak Capres lupa bahwa sebagian dari kami terhipnotis dan mulai saling serang walaupun hanya dalam perkataan.
Bapak-bapak Capres lupa agar menyampaikan kepada kami di akhir setiap pertemuan dengan rakyat bahwa DAMAI ITU INDAH.

Siapapun nanti tanggal 9 Juli 2014 yang akan terpilih HARUSLAH bisa membawa Indonesia menjadi tersenyum kembali.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s